Sejarah Pulau Karimunjawa

Posted on

Karimunjawa adalah kepulauan yang berada di Laut Jawa, karimunjawa termasuk kedalam wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pulau ini memiliki luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini telah dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berdasarkan legenda yang beredar dari penduduk lokal pulau karimunjawa, Pulau ini ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu menceritakan tentang Sunan Muria yang prihatin dengan kenakalan putranya yaitu, Amir Hasan. Dengan bermaksud mendidik anaknya agar menjadi lebih baik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang telihat "kremun-kremun" (kabur) jika dilihat dari puncak Gunung Muria agar anaknya dapat memperdalam  dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena dari kejauhan terlihat "kremun-kremun" atau kabur maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.

Karimunjawa merupakan pulau yang berpenduduk lebih dari 10100000 jiwa di lima pulau yang berpenghuni. Ada tiga suku utama yang menghuni Karimunjawa yaitu, suku Jawa yang kebanyakan berprofesi sebagai petani dan memproduksi alat kebutuhan rumah tangga, suku Bugis yang merupakan pelaut andal sehingga kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai nelayan, dan suku Madura yang juga berprofesi sebagai nelayan sekaligus membuat ikan kering.

Pendidikan di Karimunjawa sudah menjangkau sampai tingkt SMA/SMK. Selain memiliki sekitar 10 Sekolah Dasar (lima di Karimun, tiga di Kemujan dan masing-masing satu di Parang dan Genting), Karimunjawa juga memiliki satu SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan SMK Negeri jurusan Budidaya Rumput Laut serta Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan yang merupakan sekolah gratis, serta satu Madrasah Aliyah di Penghujan.

Pulau Karimunjawa terletak di laut jawa, utara Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau:

  • Yang Berpenghuni:
    • Karimunjawa
    • Kemujan
    • Nyamuk
    • Parang
    • Genting
  • Yang Tidak Berpenghuni:
    • Menjangan Besar
    • Menjangan Kecil
    • Cemara Besar
    • Cemara Kecil
    • Geleyang (30 ha)
    • Burung
    • Bengkoang (92 ha)
    • Kembar (11,2 ha)
    • Katang (2,8 ha)
    • Krakal Besar (2,8 ha)
    • Krakal Kecil (2,8 ha)
    • Sintok
    • Mrican
    • Tengah
    • Pinggir
    • Cilik (2 ha)
    • Gundul
    • Seruni
    • Tambangan
    • Cendekian
    • Kumbang (8,8 ha)
    • Mencawakan (atau Pulau Menyawakan).

Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. Karimunjawa merupakan rumah bagi ribuan terumbu karang yang ada didalamnya, terdapat juga hutan bakau, hutan pantai, serta memiliki hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah Elang Laut Dada Putih, penyu sisik, dan penyu hijau.

Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah.

Ombak di Karimunjawa tergolong rendah dan jinak, dibatasi oleh pantai yang kebanyakan adalah pantai pasir putih halus.

One thought on “Sejarah Pulau Karimunjawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *